Press Release

Our latest Press Release and archieve of the company's activity.

Persembahan untuk Lalu Lintas Kota Makassar: Groundbreaking Jalan Tol Layang AP. Pettarani

Persembahan untuk Lalu Lintas Kota Makassar: Groundbreaking Jalan Tol Layang AP. Pettarani

19 Oct 2017
Author: Administrator

PT Margautama Nusantara (MUN) melalui anak usahanya PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) kembali mempersembahkan solusi untuk mengurai kepadatan kendaraan di Kota Makassar melalui pembangunan Jalan Tol Layang AP. Pettarani
Makassar (19/10) – Bertempat di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo (Arah ke Barawaja), Makassar, pelaksanaan groundbreaking Jalan Tol Layang AP. Pettarani diadakan oleh PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) yang merupakan anak usaha dari PT Margautama Nusantara (MUN). Acara tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bapak Basuki Hadimuljono dan disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Bapak Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT ) Bapak Herry Trisasputra Zuna, Kepala DPRD Sulawesi Selatan Bapak H. Moh. Roem dan Walikota Makassar Bapak Ramdhan Pomanto.
Pelaksanaan groundbreaking ini merupakan tanda dimulainya pembangunan jalan, sebagai penambahan lingkup Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3 (Jalan Tol Layang AP. Pettarani) yang dibangun di atas jalan nasional. Selain itu, pembangunan ini juga merupakan salah satu kontribusi BMN yang turut serta dalam memberikan solusi untuk mengurai kepadatan kendaraan di Kota Makassar. Jalan tol layang yang memiliki panjang 4,3 km, dengan nilai investasi lebih dari 2 (dua) triliun rupiah akan menggunakan desain kantilever (double decker) yang merupakan teknologi pertama di Indonesia. Dengan menggunakan desain ini, Jalan Tol Layang AP. Pettarani dapat dibangun tanpa adanya pembebasan lahan. Setelah proses groundbreaking, butuh waktu sekitar enam bulan masa perisiapan untuk menuju ke tahap pembangunan. Pembangunan jalan tol layang ini membutuhkan waktu sekitar dua tahun masa konstruksi.
Sejak awal perencanaan proyek tersebut, pihak perusahaan terus menginisiasi studi untuk mencari solusi terbaik dalam mengurai kemacetan lalu lintas di Kota Makassar dengan berbagai pihak khususnya Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) Anwar Toha, mengatakan, “kami terus berupaya memberikan solusi dan inovasi terbaik melalui pengimplementasian desain dengan menggunakan teknologi yang dapat disepakati berbagai pihak, sehingga pembangunan Jalan Tol Layang AP. Pettarani dapat terlaksana”. Anwar Toha menambahkan, pelaksanaan groundbreaking tol layang ini mendapat dukungan penuh Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Selama masa konstruksi, kenyamanan para pengguna jalan akan sedikit terganggu. Untuk itu, pihaknya sangat membutuhkan dukungan serta kerjasama dari semua pihak agar pembangunan Jalan Tol Layang AP. Pettarani dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat pada waktunya.
Sebelumnya BMN & JTSE telah melakukan sejumlah pengembangan solusi untuk membantu mengatasi kemacetan di Kota Makassar, seperti rekonstruksi jalan frontage guna menunjang kelancaran akses menuju dan keluar jalan tol, di sepanjang Jalan arteri Ir Sutami; pembangunan Jembatan Tallo II dengan penambahan akses jalan untuk melengkapi Jembatan Tallo I yang sudah ada; serta pengimplementasian Sistem Informasi Lalu Lintas atau Traffic Information System (TIS) yang merupakan Inovasi teknologi lalu lintas.
BMN & JTSE merupakan anak usaha dari PT Margautama Nusantara (MUN). Sementara MUN merupakan salah satu Strategy Business Unit (SBU) di sektor tol dari PT Nusantara Infrastructure Tbk (dengan kode saham : META) yakni perusahaan infrastruktur swasta nasional terintergrasi. Melalui kelima (5) sektor yang dikelola saat ini, yakni jalan tol, pelabuhan, air bersih, energi, dan menara telekomunikasi, Nusantara Infrastructure terus memberikan sumbangsih dalam rangka mewujudkan visinya untuk “Menjadi Perusahaan Indonesia Terkemuka di bidang Investasi dan Pembangunan Infrastruktur”, sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian nasional dan menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia di masa mendatang.
MUN telah memperoleh kepercayaan dari sejumlah mitra strategis, baik lokal maupun internasional, dan akan terus memaksimalkan kinerjanya untuk memberikan kontribusi yang lebih baik. Kerjasama dengan mitra strategis dapat memberi peluang lebih besar bagi Perusahaan untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek pengembangan infrastruktur di Indonesia, khususnya di Kota Makassar.
Saat ini MUN memiliki dan mengelola 4 (empat) ruas jalan tol, 1 (satu) ruas tol di Serpong melalui PT Bintaro Serpong Damai (BSD), 1 (satu) ruas di Jakarta melalui PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) dan 2 (dua) ruas tol di Makassar melalui PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) dan PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE).

Survey of Makassar Toll Road User

Survey of Makassar Toll Road User

06 Dec 2017
Author: Administrator

In a move to ensure that toll roads are maintained well and expended to meet the growing traffic, management of PT BMN-JTSE conducted the fourth annual customer satisfaction survey in the period of 6 - 17 December 2017 with a total of 300 respondents. Since 2014, the survey is used to measuring the success of services provided by PT BMN-JTSE. The survey not only focus on the compliance of the Minimum Service Standards (SPM), but also measured the implementation of electronic money transactions (UNIK) used by direct Interview method to toll road users such as company employees, airport passengers, public transport drivers and online transport. The survey located at the operational office of toll roads, airport, sea port, warehouse, offices (banks, insurance, distributors, Pertamina, self-reliant) and public transport facilities. The survey provides information of toll road user satisfaction from BMN-JTSE toll road services, and will continue to improve the service and know their needs.

Copyright © 2016 Margautama Nusantara. All rights reserved.